Untukmu Januari

Mengurut kebelakang, banyak kejutan dan kado yang aku terima dari Allah… Banyak hal yang sudah aku alami, berproses, sampai akhirnya aku berada disini. Aku ingat, aku pernah menulis tentang luka, sakit, dan bekas. Seringnya aku terjatuh, kemudian terluka dan menyakitkan, lalu menimbulkan bekas. Pada akhirnya bekas itu akan selalu aku ingat, karena aku pernah terjatuh dan menjadi kuat karena berhasil menahan rasa sakit. Aku sering merenung, atau bahkan lebih tepatnya berusaha menyelami hal-hal di hidupku tanpa kata-kata. Ya, renungan itu kerap melintas di kepalaku. Berbicara dengan pikiranku sendiri, kemudian menuliskannya di tulisan pribadi cukup untuk menunjukkan eksistensiku di dunia. Cukup di kehidupanku. Ada yang bilang tulisalah sejarahmu , agar kelak generasi dapat mengenalmu walaupun kamu bukan seorang yang terkenal. Mungkin dengan demikian, aku setidaknya bisa belajar mencatat lembaran-lembaran kehidupanku. Selagi aku mampu untuk membaginya lewat tulisan. Blog ini banyak mencatat hal-hal yang aku alami. dari usiaku belasan tahun hingga di usiaku nanti yang masih misteri. Trial and error, mencoba, gagal, dan mencoba lagi. Begitu seterusnya. Akan ada apa di 2015 dan tahun-tahun berikutnya? Entah.. sebagai manusia, semua hal yang akan datang sudah diatur Allah, aku hanya menjalani peranku sebagai manusia saja. Semakin bertambahnya usiaku, semakin aku paham bahwa peringatan hari kelahiran bukanlah suatu hal yang patut untuk dirayakan. Bukankah itu artinya perjalanan kita menuju-Nya semakin dekat? Untuk seseorang seusiaku memang aku terbilang konservatif, kuno, yah.. terlalu biasa banget istilah simple nya. Tapi aku nyaman dengan aku yang seperti ini. Toh pada akhirnya kitapun aku kembali pulang sendiri. Dan sebuah puisi untuk menutup tulisan ini.

Daun ini mulai bersemi.
Memang ia tidak sekuat akar yang menumbuhkannya.
Ia tidak pula seringan batang yang mampu mewadahinya.

Namun Daun ingin bisa meneduhkan jiwa-jiwa di sekelilingnya, bisik Daun lirih.
Daun sadar ia tak selamanya hijau, kelak ia pun akan gugur untuk pulang.

Jika sampailah di masa itu, maka Daun boleh berbangga.
Karena selama nafas-Nya telah menghidupi Daun,
Daun pernah menjadi ‘yang berharga’ bagi jiwa-jiwa yang hidup.
(*Tentang Daun/2015)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s