Dendamku Padamu Brader

Hai brader.
Waktu itu, kamu melihatku tak bisa apa-apa. Menganggap aku bukan bagianmu. Aku tidak mengelak, namun tidak juga meminta pengakuanmu. Karena aku memang bukan bagianmu.

Apakah aku dendam? Ya, aku dendam.
Dan caraku membalas dendam adalah dengan berada di depanmu.
Lihat?
Kini aku berada di depanmu brader! Hey! Jangan mencemoohku lagi.

Jujur, kenyataan di masa dulu lebih menyakitkan. Kuakui aku memang tidak sepopuler kamu brader. Tapi bukan berarti keinginanku untuk belajar itu tidak ada.
Hidup itu berproses, dan tekanan akan membuat seseorang mengeluarkan ‘kekuatan tersembunyi’ nya.

Aku memang bukan bagianmu brader. Dan memang tidak pernah menginginkan berada di bagianmu.

Kamu terlalu mainstream brader.

Sampai jumpa di hari esok.
God bless us.
Aku pun berdoa untukmu brader.

image

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s