Catatan untuk Pulang 1

Mendung kota Jakarta seakan mendukung perasaanku. Lagi-lagi aku mendengar keluhan, tuntutan, dan seakan-akan balas budi.
Sebenarnya apa sih yang kita kejar? Mati-matian membangun kemegahan disini lantas ketika pulang hanya kain putih yang menemani.

Mungkin aku terlalu idealis memandang dunia bukan milikku. Ya memang demikian kan? Kehidupan sesungguhnya bukan disini…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s