Kami (hanya) Menunda

Sudah cukup lama aku ingin menulis tentang hal ini. Tentang hal yang sejujurnya (mungkin) tidak aku inginkan. Ketika sekian lama kami bersama, dalam diam yang kerap aku saksikan di mereka. Dan di tahun 2013 inilah perjalanan kebersamaan mereka sebagai dua orang yang dulunya berjanji untuk saling setia, berakhir.

Usia 22 tahun belum cukup untuk aku bisa memahami makna hidup yang telah lebih dahulu mereka lalui, tapi aku yakin – siapapun tidak ada yang menginginkan sebuah perpisahan. Tapi bagaimana mungkin jika keinginan untuk bersatu itu justru hanya ada di satu pihak? Bagaimana mungkin, jika  sebuah kebersamaan justru menjadikan amarah kerap ada di antara mereka? Maka, keputusan yang harus diambil adalah berpisah.

Ketika aku menulis ini, yang terbayang di pikiranku adalah saat-saat kebersamaan kami. Memang tidak seindah yang lain. Tapi kenangan tersebut sama bermaknanya dengan kehadiran aku dan kedua saudara kandungku? Pantaskah jika aku dan kedua saudara kandungku digantikan? Tentu tidak, hal yang sama berlaku juga dengan kenangan kami.

Semoga hal-hal baik selalu ada di sekitar kami, aamiin…

Kami memang tidak lagi besama seperti dulu, tidak lagi berbagi dalam diam. Tidak ada yang salah dalam perpisahan ini. Kami (hanya) menunda untuk bersama. Karena sebagai seorang anak yakin pasti kelak di surga, kami sekeluarga PASTI BERSAMA, aku yakin. :’

(untuk kedua orangtuaku, aku sayang kalian, aku sayang Abang dan Nindy, aku sayang keluarga kita)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s