Cita-Citaku dan Box-ku Sendiri

dreams come true Kali ini aku akan menulis tentang cita-cita. =)

Jaman aku TK sampai SD kelas 2 atau 3, setiap ditanya seseorang apakah cita-citaku? Dengan semangat aku akan menjawab ‘aku pengen jadi polisi!’. Bagiku polisi adalah sebuah profesi yang membanggakan, dengan seragamnya, tugas polisi sebagai pelindung masayarakat terlihat gagah dimataku saat itu. Namun, seiring dengan bertambahnya usia, perubahan cita-citaku pun ikut berubah.

Ketika aku SD kelas 4-6 aku sering sekali sakit-sakitan, dan ini menyebabkanku terpaksa harus memeriksa kesehatanku ke dokter. Hal yang paling aku ingat setiap aku sakit adalah, kebiasaan Mama yang sering mengajakku ke toko roti dimana lokasinya pas disebelah apotek tempatku menebus obat. Hanya jendela kaca yang memisahkan antara apotek dengan toko roti tersebut. Bisa dibayangkan bagaimana pasien yang akan menebus obat akan ada kemungkinan bisa langsung sehat, ketika mereka dengan jelas dapat melihat roti-roti melalui jendela kaca dari dalam apotek. (Tebak? Apa hubungannya antara ‘langsung sehat’ dengan ‘adanya roti yang dipajang’? Hayo tebak?) =D

Seringnya aku bolak-bolik dokter-apotek juga membuatku hapal dengan toko roti tersebut. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk merubah cita-citaku. Dari yang ‘ingin menjadi seorang polisi’, kemudian mengubahnya menjadi ‘ingin mempunyai usaha roti ’. = )
Dan niatku menjadi pengusaha roti ini aku tawarkan juga ke Nindi kembaranku. Maka sejak saat itulah kami berdua berkeinginan memiliki toko roti sendiri suatu hari nanti. =)

Memasuki masa-masa SMP, aku mulai melupakan cita-citaku. Bahkan aku di SMP tidak berencana apapun mengenai cita-cita. Di masa SMP itu aku mulai mengidolakan sesuatu. Dan idolaku di masa SMP kala itu adalah band rock asal Jepang L’Arc en Ciel atau biasa dikenal Laruku. =D
Darisitu aku mulai mencari tahu tentang laruku, dimulai dari membeli majalah yang memberitakan tentang mereka, sampai membeli kaset albumnya. Kesukaanku terhadap Laruku bukan tanpa sebab, aku yang memang dari kecil sudah tidak asing lagi dengan komik Jepang membuatku juga mulai menyukai lagu-lagu berbahasa Jepang. Untuk bisa mendengarkan lagu-lagu berbahasa Jepang, aku rutin mendengarkan siaran radio yang tiap malamnya khusus memutarkan lagu-lagu Jepang. Dan dari radio itulah aku mengenal Laruku. =)

Karena aku sering mencari tahu Laruku lewat majalah, akhirnya aku putuskan untuk mulai rutin membeli majalah khusus yang membahas all about Japan (majalah Animonster). Dari Animonster aku bisa mengetahui berita terbaru Laruku juga membuatku mengenal  bagaimana negeri sakura.  Kesukaanku terhadapa Laruku dan segala tentang Jepang berlangsung hingga aku di bangku SMA.
Ayo tebak apa cita-citaku di masa itu? =D
Apakah cita-citaku menjadi ‘ingin bisa tinggal di Jepang’? =D

Hmmm… aku memang menjadi ingin ke Jepang, tapi sayangnya itu bukan cita-citaku. Dan cita-citaku kala itu adalah, ‘aku ingin bisa bekerja di redaksi majalah Animonster!’. Wahahahaa…. =D
Alasan dari cita-citaku tersebut adalah karena aku merasa bekerja di majalah yang kita sukai pasti menyenangkan. Sayangnya aku termasuk orang yang mudah bosan, karena itulah keinginanku tersebut tidak bertahan lama.

Dari yang awalnya ‘ingin bekerja  di salah satu majalah’, sampai kemudian aku beralih cita-cita ‘ingin bekerja di stasiun TV’.
Keinginan bekerja di stasiun TV disebabkan karena aku saat itu mulai menyukai acara-acara yang ditayangkan di Trans-TV. Apalagi Trans-TV kerap ‘tidak sengaja memamerkan’ crew-crew nya di layar kaca.

Di tahun 2010, aku memperoleh  kesempatan melanjutkan studi di Sekolah Broadcast yang bisa dikatakan sebagai langkah awal mewujudkan cita-citaku tersebut. =)

Dan, sampai saat ini terhitung sudah hampir 2 tahun aku menempuh pendidikan di Sekolah Broadcast.

Lalu apakah cita-citaku masih berubah?

Hmmm…  Sejauh ini, belum ada.
Hanya saja aku yang sekarang ini ada di dalam box  besar masih sering  memperhatikan banyak box-box lain diluar sana yang bentuknya tidak selalu besar.
Untuk ukuran sebuah cita-cita,  aku tidak hanya harus berada di dalam sebuah box besar.
Sementara diluar sana kemungkinan akan banyak sekali keajaiban dari box-box kecil.

Dan aku yakin, suatu hari nanti aku akan pasti dapat menciptakan box-ku sendiri.
Sebuah box yang dapat menjamin kehidupanku juga kehidupan orang-orang disekelilingku. Aamiin… =)

nda

*Ninda yang masih berniat membuka usaha toko roti, juga impian membangun sebuah stasiun TV yang rutin menayangkan azan untuk 5 waktu sholat (tidak hanya azan magrib atau subuh saja). =’D

Iklan

2 thoughts on “Cita-Citaku dan Box-ku Sendiri

  1. duuuh my ndoel, enak bacanya mengaliiiir kyk air, sebenarnya km udh mampu bikin tenlit, ngapa gaaak? cobain deh, terus menulis yaa ndoel ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s