(antara) Pengakuan (dan) Harapan

Sepasang anak manusia, dibuat goyah oleh keadaan.
Mereka paham apa yang mereka lakukan salah. Tapi apa daya bagi keduanya.
Jika ikatan tidak mempersulit keduanya, mungkin mereka akan merubuhkan benteng budaya.

Paham arti kata ‘maaf’ dan ‘terimakasih’ dalam sebuah ikatan, saat ini tidaklah cukup.
Pikiran-pikiran di kanan kiri membuat perasaan beberapa manusia menjadi tumpul.
Padahal semua yang ada, apa yang kita punya saat ini akan kembali pada-Nya.

Sepasang anak manusia, baru mengenal apa itu cinta.
Berusaha saling menjaga.
Yakin akan setiap rencana-Nya.

Dan kelak, jika nantinya mereka tidak bisa bersama di masa ini.
Keduanya berharap di surga mereka bisa bertemu kembali.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s