Ada Yang Ingin Aku Sampaikan

Berulang kali kepalan tangan gadis itu memukuli kepalanya sendiri. Setiap ada teriakan, dia akan mencoba membalasnya dengan hentakan kaki – kemudian disambut dengan tangisan histeris. Setelah semuanya dilihat cukup tenang, gadis itu baru sadar bahwa pergelangan telapak tangannya menghitam. Air matanya tidak berhenti mengalir (aku tahu) itu bukan karena sakit di pergelangan telapak tangannya. Tetapi karena hal lain…

Di sudut lain sebuah beranda yang redup oleh lampu. Hening malam dengan suara burung -entah apa jenisnya- gadis itu kembali menangis. Sesekali bibirnya mengumpat. (aku bisa dengar). “selalu ingin dibela”, “aku benci semua”, “ingin dimengerti”, “aku lelah…”
Kepala gadis itu masih sakit (aku merasakannya), tapi entah kenapa kepalan tangannya masih tetap ia pukulkan berulang kali ke kepalanya. Mungkin itu bentuk amarah yang tak terlampiaskan.

Kemudian datang seorang lelaki yang 30 tahun leih tua dari gadis itu, duduk di sebelahnya. Tangan lelaki itu menyentuh pundaknya. “jalan kamu masih panjang, tidak seharusnya kamu memikirkan hal ini, biarkan kami yang menanggungnya, cukup pikirkan masa depanmu, kamu masih punya cita-cita”, ucap lelaki itu. “Kalau memang kalian sanggup menyelesaikan masalah kalian sendiri, kenapa tidak dari awal kalian memperbaikinya? Sampai akhirnya aku tahu – terlibat ini pun karena kalian yang tidak pernah terlihat bisa bicara berdua dengan tenang – tanpa emosi tentunya!”, gadis itu membantah ucapan lelaki disampingnya. Kembali ia menangis.

Lelaki itu terdiam. Bukan sekali ini saja ia mendengar bantahan dari si gadiis. (aku sadar) Lelaki itu pasti teramat sedih. Tetapi ketidakpeduliannya selama ini tentang ‘masalah ia dan pasangannya’ membuat telinganya kebal dengan kalimat bantahan dari si gadis. Miris.

Gadis itu masih tetap terisak, dan lelaki disebelahnya tetap tidak mampu menenangkannya. Hal yang sama seperti ketika pasangan lelaki itu menangis – terjatuh -.
(Aku tidak mengerti dimana yang salah, kaum perempuan kah yang terlalu lemah? Atau memang ‘sang lelaki’ tidak mampu berdiri sebagai sosok penjaga yang seharusnya? Entahlah)

Tidak ada pembicaran lagi setelah itu. Mereka berdua sama-sama terdiam. Lelaki dengan pikiran dan perasaannya sendiri. Si gadis dengan pikiran dan perasaan (yang aku pun tahu).

Menit berikutnya. Gadis itu beranjak dari bangku beranda. Masuk ke sebuah ruangan penuh dengan box-box kayu ajaib*, (aku tahu) ada yang ingin ia sampaikan. Langkahnya lunglai, pipinya masih basah.

Di box ajaib* nomor 8, si gadis duduk di depan layar lcd ukuran 15 inch. Matanya merah. (aku tahu) Ia sambil mengingat-ngingat kembali kejadian di 30 menit yang lalu. Jari-jarinya sibuk bermain dengan keyboard.

Menghitung menit. Kemudian sebuah tulisan yang ia beri judul “Ada Yang Ingin Aku Sampaikan” pun akhirnya bisa terbaca oleh kamu -saat ini-.

(aku sadar) kadang masalah hidup perlu dicerna secara sederhana.


” terlalu banyak tuntutan disekitarku.
ketidakadilan yang dialaminya di masa lalu, kecewanya ia dengan hidup yang ia anggap tidak adil, akhirnya membentuk pribadiku menjadi seperti yang sekarang. Pribadi yang tidak punya keberanian untuk menentukan mana yang benar atau salah. Bukan pribadi yang kuat.
Tapi siapa yang mau peduli akan hal itu?
Mungkin memang benar tidak ada, kalaupun ada, entahlah…
Setidaknya ‘ada yang ingin aku sampaikan’ ini bisa terbaca oleh kamu. “

Ninda, 16 mei 2010
pukul 12 lewat 34 menit (dini hari)

Iklan

2 thoughts on “Ada Yang Ingin Aku Sampaikan

  1. Seorang tukang batu tidak melihat gedung itu sekaligus, tetapi mulai menyusun batu bata satu per satu hingga menjadi gedung yang megah.

    Dan seperti sulitnya menghadapi masalah hidup adalah karena memandangnya secara keseluruhan.

    Marilah belajar menguraikannya seperti seorang tukang batu yang dengan kesabarannya mampu membangun sebuah gedung yang megah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s