Down-Up

Setiap kali aku berada disini, di dunia dimana orang kebanyakan memuja dirinya ; menutup mata nyata ; kemudian menjadi berbeda.
Dan aku selalu saja merasakan hal yang sama, sejak hari itu ‘mungkin’.
Rasa iri ke orang lain, benci diri sendiri, mempertanyakan keberadaan-Nya di saat aku jatuh, kemudian berakhir pada penyesalan di kata ‘seandainya’.

Berpikir agar aku bisa secepatnya beranjak dari hampanya hati.
Dan berandai aku bisa memutar waktuku, membisikan yang kutahu ke aku yang dulu.
Lalu bermimpi ada tangan-Nya yang tak terlihat menuntunku ke surga-Nya secara instan, karena aku ingin.
Yang jelas aku tidak sanggup melakukan itu semua.

Karena yang kualami seakan seperti mimpi buruk bagiku.
Aku sadar, semakin aku memperbesar hitamku, semakin pula Kau jauh dariku.
Tapi pertanyaan-pertanyaanku sering tak pernah terjawab oleh akalku.
Dimanakah aku akan berlabuh?

Sekarang pun mirip dengan hal-hal yang kujalani kemarin.
Semua seakan tidak ada arti.

Yang pasti, jauh di dalam hati dan pikiranku yang terdalam.
Aku masih memiliki mimpi, dan mimpi itu yang selalu membuatku ingin berlari.
Karena yang selalu kuyakini, jika sekarang aku terluka, maka kelak aku akan lebih kuat.
Lalu tanpa kusadari, diam-diam ada tangan Tuhan tak terlihat yang akan selalu membenarkan posisi jalanku katika aku mulai berbelok ke jalan yang pekat.
Amin…

dedicated to myself and anyone who is currently desperate

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s