Yang Terpendam

Dia datang disaat aku rapuh, putus asa karena rasa bersalah yang teramat sangat. Aku menerima kedatangannya, karena perasaanku mengatakan ‘ya, kamulah yang kutunggu ‘. Bersama dengannya aku merasa diriku beruntung. Mereka bilang itu karena cinta. Rasa yang bergejolak di dada ini kadang membuatku juga membuatnya sakit. Tapi kami tetap bertahan. Mimpi-mimpi kami bangun bersama dengan keterbatasan, tapi selalu yakin karena kami percaya rencana-Nya. “Aku ingin bisa bersamanya, selalu. Sombongkah aku? Bukankah setiap ada yang datang pasti selalu akan ada yang pergi? Lalu bagaimana dengan dia? Mungkinkah dia juga akan pergi? Atau justru aku? Aku enggan memikirkannya…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s