Sepuluh Tahun yang Lalu dan Sekarang


Sepuluh Tahun yang lalu…


Waktu itu aku sering menangis. Dan ada seorang laki-laki muda yang membawa gula-gula. Laki-laki muda itu menawarkan gula-gula nya padaku. Manis rasanya. Aku suka! Aku tidak lagi menangis karenanya. Laki-laki muda itu bertanya kepadaku, “maukah kamu berjalan bersamaku ?” Aku tidak menjawab. Hanya tersenyum. Senyum yang seolah mengatakan ‘mau namun tidak sekarang’. Lalu aku pun pergi meninggalkannya. Sekaligus memberikan kami waktu agar kami bisa mengejar mimpi-mimpi kami.

Selama sepuluh tahun itu aku berusaha mengejar mimpi-mimpiku. Beberapa perubahan aku lakukan. Aku tidak ingin ketika ia menemuiku, aku masih sering menangis. Aku harus berusaha memperbaiki sikapku.

****

Sepuluh tahun yang lalu, ada seorang gadis muda yang aku sukai. Aku tahu ia menyukai gula-gula. Karena itulah aku pun membuatkan gula-gula khusus untuknya. Gadis muda itu menerimanya. Aku senang. Kemudian aku bertanya kepadanya “maukah kamu berjalan bersamaku?”. Ia tidak menjawab, hanya tersenyum. Namun di senyumannya itu seolah ia mengatakan kepadaku bahwa ia ‘mau namun tidak sekarang’. Lalu ia pergi meninggalkanku.

Selama sepuluh tahun itu aku berusaha mengejar mimpi-mimpiku. Aku melakukan beberapa perubahan di diriku. Aku tidak ingin menemuinya dengan memakai celana pendekku yang lusuh ini, tidak lagi memakai sandal karet ini, tidak akan menawarkannya gula-gula lagi, dan tidak akan lagi berdiri disini!

Dan sepuluh tahun pun berlalu…

Sepuluh Tahun Kemudian…

Kali ini aku bertemu dengan seseorang. Seorang laki-laki dewasa. Ia adalah laki-laki muda yang dulu memberiku gula-gula. Kali ini ia tidak membawa gula-gula lagi. Melainkan membawa sekotak coklat dan seikat mawar. Ia tidak lagi menggunakan celana pendek seperti ketika ia memberiku gula-gula, tidak lagi memakai sandal, dan juga tidak lagi berdiri di tempat yang sama ketika ia memintaku untuk berjalan bersamanya. Laki-laki dewasa itu bertanya kepadaku, “maukah kamu hidup denganku? “

****

Aku bertemu seseorang. Seorang wanita dewasa. Ia adalah gadis muda yang dulu kusuka. Kali ini ia telah banyak sekali berubah. Perubahan yang membuatnya terlihat lebih matang. Tidak perlu menunggu waktu lagi, kali ini aku membawakan sekotak coklat dan seikat mawar untuknya. Aku telah menunggunya disini. Di tempat yang lebih nyaman lagi untuk ia dan aku tempati. Dan aku pun bertanya kepadanya “maukah kamu hidup denganku?”.

Mungkin ini hanya tulisan singkat tak berarti, tapi kadang kita terlalu terbuai oleh kata-kata manis pasangan kita. Bagaimanapun juga setiap kita melakukan suatu hal, kita perlu tujuan akhir. =)

Iklan

One thought on “Sepuluh Tahun yang Lalu dan Sekarang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s